Ini dikategorikan sebagai tugas no 6 dari mata kuliah teori keputusan. Isinya tentang bagaimana kita mendesain suatu case dan di solve pake expert choice (EC).
Tema yang saya ambil adalah bagaimana mengukur performa pegawai dalam suatu organisasi
Deskripsinya sebagai berikut:
Perkembangan industri dan kemajuan suatu negara tergantung kepada kualitas dari kekuatan pekerja serta kemampuannya (skill). Sehingga diperlukan suatu pengukuran performa dari setiap organisasi yang menaungi para pekerja atau pegawai. Hasil pengukuran performa tersebut akan dipakai untuk membandingkan nilai dari satu organisasi dengan organisasi yang lain. Ketika sebuah organisasi bergantung pada keefektifan manajemen serta pengembangan dari sumber daya manusia yang telah ada. Untuk itu organisasi profesional perlu diukur performanya agar dapat dicari suatu standar pengembangan sumber daya manusia dari setiap organisasi yang ada di negara ini. Hal proses penilaian dan pembobotan dilakukan dengan metode AHP, sedangkan lima kriteria utama yang menjadi penilaian adalah pengembangan profesionalitas, finansial dan budget, layanan keanggotaan, manajemen sumber daya manusia, dan latar belakang pendidikan. kesemuanya memiliki tiga buah subkriteria, serta dibandingkan dengan dengan tiga buah organisasi fiktif yang dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan.
Tree diagram AHP nya sebagai berikut:
Setelah di Pairwise (dikomparasi dengan pembobotan) terhadap alternative dan komponen2 nya didapatkan bahwa Pengembangan professionalisme menjadi suatu perhatian utama dalam mengukur performa suatu organisasi.
Filed under: Decision Supporting System

wow oke nih tugas lo…
bisa jadi bahan referensi buat nerima karyawan baru ni Van…
oiye… Smangat yak D’JAPZ!! ^^
WOW ngitung performance organisasi y??penting tu apalagi bwat pegawai pemerintah yang kebanyakan gak jelas kerjanya alias gaji buta…boleh tu disaranin bia organisasi pemerintahan jadi lebih maju…ho2…hidup pemerintah, hidup indonesia
Hohoho… selamat berDSS ria